PRILAKU PSIKOLOGI KOMUNIKASI MANUSIA

FAKTOR-FAKTOR PERSONAL YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MANUSIA

Dewasa ini dua macam psikologi sosial. Yang pertama adalah psikologi sosial (dengan huruf P besar) dan yang kedua psikologi sosial (dengan hurus S besar). Ini menunjukkan dua pendekatan dalam psikologi sosial: ada yang menekankan faktor-faktor psikologis dan ada yang menekankan faktor-faktor sosil: atau dengan istilah lain: faktor-faktor yang timbul dari diri individu (faktor personal), dan faktor yang berpengaruh yang datang dari luar diri individu (faktor environmental).

Ini tercermin dari dua buku yang ditulis William McDougall pada tahun 1908 yang berjudul Introduction to Social Psychology terbit di London, dan Social Psychology terbit di New York. McDougall menekankan pentingnya faktor-faktor personal dalam menentukan interaksi sosial dan masyarakat. Populernya Behaviorisme memporakporandakan dalil Mcdougall. Orang melihat faktor situasilah yang penting.

Perspektif yang berpusat pada personal mempertahankan faktor internal apakah, baik berupa sikap, instink, motif, kepribadian, sistem kognitif yang menjelaskan perilaku manusia. Secara garis besar ada dua faktor yaitu:

  1. Faktor biologis

Manusia adalah makhluk biologis yang tidak ada bedanya dengan hewan lain. Menurut Wilson, perilaku sosial dibimbing oleh aturan-aturan yang sudah diprogram secara genetis dalam jiwa manusia. Program ini sering disebut “epigenetik rules” mengatur perilaku manusia sejak kecendrungan menghindari incest, kemampuan memahami ekspresi wajah sampai kepada persaingan politik.

Untuk membahas “genetic ingineering” atau “sosial engineering”, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan mengenai pengaruh biologis terhadap perilaku manusia seperti :

  1. Telah diakui secara menluas adanya perilaku tertentu yang merupakan bawaan manusia, dan bukan pengaruh lingkuangan atau situasi. Dahulu orang menyebutnya instink, sekarang Desiderato, Howieson, dan Jakcon (1976:34) menamainya species-characteristic behaviour.
  2. Diakui pula adanya faktor-faktor biologis yang mempengaruhi perilaku manusia, yang lazim disebut sebagai motif  biologis.
  1. Faktor-faktos sosiopsikologis

Karen amanusia makhluk sosial, dari proses sosial ia memperoleh beberapa karakteristik yang mempengaruhi perilakunya, yang dapat dklasifikasikan ke dalam tiga komponen yaitu: komponen afektif, komponen kognitif, dan motif konatif.

Motif sosiogenis

Motif sosiogeni sering juga disebut motif sekunder sebagai lawan motif primer (motif biologis). Peranannya dalam membentuk perilaku sosial bahkan sangat menentukan.

Berbagai klasifikasi motif sosiogenis yaitu:

W.I. Thomas dan Florida Znaniecki:

  • Keinginan memperoleh pengalaman baru
  • Keinginan untuk mendapatkan respons
  • Keinginan akan pengakuan
  • Keinginan akan rasa aman

David McClelland:

  • Kebutuhan berprestasi
  • Kebutuhan akan kasih sayang
  • Kebutuhan berkuasa

Abraham Maslow:

  • Kebutuhan akan rasa aman
  • Kebutuhan akan keterikatan
  • Kebutuhan akan penghargaan
  • Kebutuhan untuk pemenuhan diri

Sikap

  1. Sikap adalah konsep yang paling penting dalam psikologi sosial dan yang paling banyak didefinisikan.
  2. Sikap mempunyai daya pendorong atau motivasi,
  3. Sikap relatif  lebih menetap,
  4. Sikap mengandung aspek avaluatif yang berarti mengandung nilai menyenangkan atau tidak menyenangkan,
  5. Sikap timbul dari pengalaman , tidak dibawa sejak lahir.

Emosi

Emosi menunjukkan kegoncangan organisme yang disertai oleh gejala-gejala kesadaran, keprilakuan, dan proses psikologis. Emosi tidak selalu jelek, emosi memberikan bumbu kepada kehidupan, tanpa emosi kita sering gersang.

Ada empat fungsi emosi (Coleman dan Hammaen, 1974:462):

  1. Emosi adalah pembangkit energi (energizer)
  2. Emosi adalah pembawa emosi (messenger)
  3. Emosi bukan saja pembawa informasi dalam komunikasi intrapersonal, tetapi juga membawa pesan dalam komunikasi interpersonal.
  4. Emosi juga merupakan sumber informasi tentang keberhasilan kita.

Kepercayaan

Kepercayaan adalah komponen kognitif dari faktor sosiopsikologis. Menurut Solomon E. Asch (1959:565-567), kepercayaan dibentuk oleh pengetahuan, kebutuhan, dan kepentingan.

Kebiasaan

Kebiasaan adalah aspek perilaku manusia yang menetap, berlangsung secara otomatis tidak direncanakan. Kebiasaan mungkin merupakan hasil pelaziman yang berlangsungpada waktu yang lama atau sebagai reaksi khas yang diulangi seseorang berkali-kali.

kemauan

kemauan erat kaitannya dengan tindakan, bahkan ada yang mendefinisikan kemauan sebagai tindakan yang merupakan uuusaha seseorang untuk mencapai tujuan.

Menurut Richard Dewey dan W.J. Humber kemauan merupakan:

  1. Hasil keinginan untuk mencapai tujuan tertentu yang begitu kuat sehingga mendorong orang untuk mengorbankan nilai-nilai yang lain, yang tidak sesuai dengan pencapaian tujuan
  2. Berdasarkan pengetahuan tentang, cara-cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan
  3. Dipengaruhi oleh kecerdasan dan energi yang diperlukan untuk mencapai tujuan
  4. Pengeluaran energi yang sebenarnya dengan satu cara yang tepat untuk mencapai tujuan.

FAKTOR SITUASIONAL YANG MEMPENGARUHI PRILAKU MANUSIA

Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku manusia adalah faktor situasional. Menurut pendekatan ini, perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan/situasi. Faktor-faktor situasional ini berupa

  • faktor ekologis, misal kondisi alam atau iklim
  • faktor rancangan dan arsitektural, misal penataan ruang
  • faktor temporal, misal keadaan emosi
  • suasana perilaku, misal cara berpakaian dan cara berbicara
  • teknologi
  • faktor sosial, mencakup sistem peran, struktur sosial dan karakteristik sosial individu
  • lingkungan psikososial yaitu persepsi seseorang terhadap lingkungannya
  • stimuli yang mendorong dan memperteguh perilaku

Factor Ekologis

Kaum determinasi lingkungan sering menyatakan bahwa keadaan alam mempengaruhi gaya hidup dan prilaku. Banyak orang menghubungkan kemasalahan bangsa Indonesia pada mata pencaharian bertani dan matahari yang selalu bersinar setiap hari. Sebagian pandangan mereka telah diuji dalam berbagai penelitian, seperti efek temperature pada tindakan kekerasan, prilaku interpersonal, dan suasana emosional.

Factor Rancangan dan Arsitektural

Dewasa ini telah tumbuh perhatian dikalangan para arsitek pada pengaruh lingkungan yang dibuat manusia terhadap prilaku penghuninya. Satu rancangan arsitektur dapat mempengaruhi pola komunikasai di antara orang-orang yang hidup dalam naungan arsitektur tertentu.

Factor Temporal

Telah banyak diteliti pengaruh waktu terhadap bioritma manusia. Misalnya, dari tengah malam sampai pukul 4 fungsi tubuh manusia berda pada tahap yang paling rendah, tetapi pendengaran sangat tajam, pada pukul 10 bila anda orang introvert, konsentrasi dan daya ingat anda mencapai puncaknya, pada pukul 3 sore orang-orang ekstrovert mencapai puncak dalam analisis dan kreativitas.

Suasana Prilaku (behavior settings)

Selama bertahun-tahun, roger barker dan rekan-rekannya meneliti efek lingkungan terhadap individu. Lingkungan dibaginya dalam beberapa satuan terpisah, yang disebut suasana prilaku. Pesta, ruang kelas, took, rumah ibadah, adalah contoh-contoh suasana prilaku. Pada setiap suasana terdapat pola-pola hubungan yang mengatur prilaku orang-orang didalamnya.

Teknologi

Pengaruh teknologi terhadap prilaku manusia sudah sering dibicarakan orang. Revolusi teknologi sering disusul dengan revolusi dalam prilaku social. Alvin tofler melukiskan tiga gelombang peradaban manusia yang terjadi sebagai akibat perubahan teknologi. Lingkungan teknologis yang meliputi system energy, system produksi, dan system distribusi, membentuk serangkaian prilaku social yang sesuai dengannya.

Factor-Faktor Sosial

System peranan yang diterapkan dalam suatu masyarakat, struktur kelompok dan organisasi, karakteristik populasi, adalah factor-faktor social yang menata prilaku manusia. Dalam organisasi, hubungan antara angota  dengan ketua diatur oleh systemperanan dan norma-norma kelompok. Besar kecilnya organisasi akan mempengaruhi jaringan komunikasi dan system  pengambilan keputusan.

Lingkunan Psikososial

Persepsi kita tentang sejauh mana lingkungan memuaskan atau mengecewakan kita, akan mempengaruhi prilaku kita dalam lingkungan itu. Lingkungan dalam persepsi kita lazim disebut sebagai iklim. Dalam organisasi iklim psikososial menunjukkan persepsi seseorang tentang kebebasan individual, keketatan pengawasan, kemungkinan pengajuan, dan tingkat kekerabatan.

Stimuli Yang Mendorong dan Memperteguh Prilaku

Beberapa peneliti psikologi sosial, meneliti kendala situasi yang mempengaruhi kelayakan melakukan prilaku tertentu. Ada situasi yang memberikan rentangan kelayakan prilaku, seperti situasi di taman, dan situasi yang banyak memberikan kendala pada prilaku, seperti gereja, situasi permisif memungkinkan orang melakukan banyak hal tanpa harus merasa malu. Sebaliknya, situasi restriktif menghambat orang untuk berprilaku sekehendak hatinya.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s