SEJARAH ARSENAL FC

Gambar

Sejarah klub

Era 1886-1980

Arsenal didirikan di daerah Woolwich, bagian tenggara kota London pada 1886 dengan nama Dial Square, lalu dengan cepat berganti nama menjadi Royal Arsenal. Tahun 1891 nama mereka diganti menjadi Woolwich Arsenal. Pada tahun 1913, klub ini pindah ke wilayah utara, tepatnya di daerah Highbury dan membangun Stadion Highbury, yang menjadi markas baru mereka. Saat pindah lokasi itulah, nama depan klub mereka, yaitu Woolwich dihapus sehingga hanya nama Arsenal yang tersisa. Selain itu karena lokasi stadion Arsenal dekat dengan markas Tottenham Hotspur, maka tak heran jika pertandingan Arsenal vs Tottenham Hotspur disebut “North London derby” dan merupakan salah satu derby terpanas di London.

Kejayaan Arsenal di persepak bolaan Inggris pertama kali diawali oleh pelatih Herbert Chapman yang melatih pada rentang tahun 1925-35 dan berhasil menjuarai beberapa kompetisi domestik Inggris (Piala FA, titel Liga Utama, dan Charity Shield) sekaligus mendominasinya dan menjadikan Arsenal sebagai kekuatan paling dominan di Inggris saat itu. Pada rentang 1940an-1960an, Arsenal hanya dapat menambah sedikit koleksi gelar domestiknya. Pada awal 1970an, Arsenal berhasil prestasi terbaik Arsenal di Eropa pertama kali yang terjadi pada musim 1969-70, di ajang Fairs Cup (pendahulu dari Piala UEFA). Arsenal menjadi juara untuk pertama kalinya dan sekaligus terakhir di ajang Fairs Cup (Fairs Cup diganti Piala UEFA sejak musim 1971-72) setelah berhasil mengalahkan klub R.S.C. Anderlecht dengan agregat 4-3 (dengan sistem home and away) Saat itu, klub ini dilatih oleh Bertie Mee. Sepanjang tahun 1980an, Arsenal berhasil menambah koleksi Arsenal dengan beberapa gelar domestik, tapi tidak dengan gelar dari kompetisi Eropa.

Era 1990-sekarang

Di tahun 1991, Arsenal menjadi juara bersama dengan Tottenham di Community Shield setelah hasil kedudukan imbang 0-0 (saat itu, jika kedudukan seri maka kedua tim dianggap juara) . Puasa Arsenal akan gelar dari kompetisi Eropa akhirnya hilang setelah pada musim 1993-94, ditangan pelatih George Graham, Arsenal kembali juara di kancah Eropa, tepatnya di ajang Piala Winners setelah mengalahkan klub Parma FC dengan skor 1-0. Pada musim berikutnya, Arsenal kembali berhasil ke final di ajang yang sama, tapi kali ini mereka dikalahkan oleh Real Zaragoza dengan skor 2-1.

Kedatangan pelatih Arsène Wenger ke Arsenal pada tahun 1996 berhasil membuat Arsenal kembali berjaya dan berhasil merusak dominasi Manchester United di Liga Utama Inggris pada saat itu. Arsenal pun dibawanya berhasil menjadi runner-up di ajang Piala UEFA pada tahun 2000 setelah melawan Galatasaray lewat adu penalti 4-1 setelah kedudukan imbang. Pada musim 2003-04 hingga awal musim 2004-05, Arsenal berhasil mencetak rekor 49 pertandingan tak terkalahkan dan mematahkan rekor milik Nottingham Forest F.C. (42 kali) yang merupakan rekor tak terkalahkan terpanjang di dalam sejarah sepak bola Inggris. Pada musim 2005-06, Arsenal kembali meraih prestasi di kancah Eropa dengan menjadi finalis Liga Champions setelah dikalahkan FC Barcelona 2-1 di Stade de France, Paris.

Arsenal di masa kepelatihan Wenger mempunyai kebijakan yang bagus dalam pembinaan pemain-pemain muda yang tadinya tidak berkualitas maupun pemain berkualitas tapi kurang dikenal menjadi pemain yang mampu menunjukan telenta-talenta yang sangat luar biasa sekaligus diincar klub papan atas Eropa. Selain itu, Arsenal mempunyai kebijakan pemberian kontrak pada pemain yang telah berumur 30 tahun keatas, yaitu tidak lebih dari satu musim saja.

Stadion

Sejak berdiri, Arsenal beberapa kali pindah stadion. Mulai dari memakai sebuah lapangan di Woolwich yang bernama Manor Ground, lalu pindah ke London Utara, sekaligus membangun Stadion Highbury dan dipakai pertama kali dipakai pada tahun 1913. Stadion ini dipakai Arsenal hingga pada musim 2005/06 (atau berusia kurang lebih 93 tahun). Pertandingan terakhir yang digelar di Stadion Highbury adalah Liga Utama Inggris, yaitu Arsenal vs Wigan Athletic yang berhasil dimenangkan oleh Arsenal dengan skor 4-2 dengan tiga gol dari Thierry Henry. Stadion ini diganti, dikarenakan kapasitasnya yang terlalu kecil dibanding stadion klub-klub lain, seperti Chelsea F.C..

Sejak bulan Juli 2006 sampai sekarang, klub ini menempati markas barunya, Stadion Emirates yang berkapasitas 60.500 kursi dan terletak di Ashburton Grove dan peresmian pemakaian Stadion Emirates sekaligus pertandingan pertama yang digelar adalah dengan diadakannya sebuah pertandingan persahabatan antara Arsenal dengan para pemain legenda Belanda untuk perpisahan Dennis Bergkamp, seorang mantan penyerang Arsenal.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

PRILAKU PSIKOLOGI KOMUNIKASI MANUSIA

FAKTOR-FAKTOR PERSONAL YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MANUSIA

Dewasa ini dua macam psikologi sosial. Yang pertama adalah psikologi sosial (dengan huruf P besar) dan yang kedua psikologi sosial (dengan hurus S besar). Ini menunjukkan dua pendekatan dalam psikologi sosial: ada yang menekankan faktor-faktor psikologis dan ada yang menekankan faktor-faktor sosil: atau dengan istilah lain: faktor-faktor yang timbul dari diri individu (faktor personal), dan faktor yang berpengaruh yang datang dari luar diri individu (faktor environmental).

Ini tercermin dari dua buku yang ditulis William McDougall pada tahun 1908 yang berjudul Introduction to Social Psychology terbit di London, dan Social Psychology terbit di New York. McDougall menekankan pentingnya faktor-faktor personal dalam menentukan interaksi sosial dan masyarakat. Populernya Behaviorisme memporakporandakan dalil Mcdougall. Orang melihat faktor situasilah yang penting.

Perspektif yang berpusat pada personal mempertahankan faktor internal apakah, baik berupa sikap, instink, motif, kepribadian, sistem kognitif yang menjelaskan perilaku manusia. Secara garis besar ada dua faktor yaitu:

  1. Faktor biologis

Manusia adalah makhluk biologis yang tidak ada bedanya dengan hewan lain. Menurut Wilson, perilaku sosial dibimbing oleh aturan-aturan yang sudah diprogram secara genetis dalam jiwa manusia. Program ini sering disebut “epigenetik rules” mengatur perilaku manusia sejak kecendrungan menghindari incest, kemampuan memahami ekspresi wajah sampai kepada persaingan politik.

Untuk membahas “genetic ingineering” atau “sosial engineering”, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan mengenai pengaruh biologis terhadap perilaku manusia seperti :

  1. Telah diakui secara menluas adanya perilaku tertentu yang merupakan bawaan manusia, dan bukan pengaruh lingkuangan atau situasi. Dahulu orang menyebutnya instink, sekarang Desiderato, Howieson, dan Jakcon (1976:34) menamainya species-characteristic behaviour.
  2. Diakui pula adanya faktor-faktor biologis yang mempengaruhi perilaku manusia, yang lazim disebut sebagai motif  biologis.
  1. Faktor-faktos sosiopsikologis

Karen amanusia makhluk sosial, dari proses sosial ia memperoleh beberapa karakteristik yang mempengaruhi perilakunya, yang dapat dklasifikasikan ke dalam tiga komponen yaitu: komponen afektif, komponen kognitif, dan motif konatif.

Motif sosiogenis

Motif sosiogeni sering juga disebut motif sekunder sebagai lawan motif primer (motif biologis). Peranannya dalam membentuk perilaku sosial bahkan sangat menentukan.

Berbagai klasifikasi motif sosiogenis yaitu:

W.I. Thomas dan Florida Znaniecki:

  • Keinginan memperoleh pengalaman baru
  • Keinginan untuk mendapatkan respons
  • Keinginan akan pengakuan
  • Keinginan akan rasa aman

David McClelland:

  • Kebutuhan berprestasi
  • Kebutuhan akan kasih sayang
  • Kebutuhan berkuasa

Abraham Maslow:

  • Kebutuhan akan rasa aman
  • Kebutuhan akan keterikatan
  • Kebutuhan akan penghargaan
  • Kebutuhan untuk pemenuhan diri

Sikap

  1. Sikap adalah konsep yang paling penting dalam psikologi sosial dan yang paling banyak didefinisikan.
  2. Sikap mempunyai daya pendorong atau motivasi,
  3. Sikap relatif  lebih menetap,
  4. Sikap mengandung aspek avaluatif yang berarti mengandung nilai menyenangkan atau tidak menyenangkan,
  5. Sikap timbul dari pengalaman , tidak dibawa sejak lahir.

Emosi

Emosi menunjukkan kegoncangan organisme yang disertai oleh gejala-gejala kesadaran, keprilakuan, dan proses psikologis. Emosi tidak selalu jelek, emosi memberikan bumbu kepada kehidupan, tanpa emosi kita sering gersang.

Ada empat fungsi emosi (Coleman dan Hammaen, 1974:462):

  1. Emosi adalah pembangkit energi (energizer)
  2. Emosi adalah pembawa emosi (messenger)
  3. Emosi bukan saja pembawa informasi dalam komunikasi intrapersonal, tetapi juga membawa pesan dalam komunikasi interpersonal.
  4. Emosi juga merupakan sumber informasi tentang keberhasilan kita.

Kepercayaan

Kepercayaan adalah komponen kognitif dari faktor sosiopsikologis. Menurut Solomon E. Asch (1959:565-567), kepercayaan dibentuk oleh pengetahuan, kebutuhan, dan kepentingan.

Kebiasaan

Kebiasaan adalah aspek perilaku manusia yang menetap, berlangsung secara otomatis tidak direncanakan. Kebiasaan mungkin merupakan hasil pelaziman yang berlangsungpada waktu yang lama atau sebagai reaksi khas yang diulangi seseorang berkali-kali.

kemauan

kemauan erat kaitannya dengan tindakan, bahkan ada yang mendefinisikan kemauan sebagai tindakan yang merupakan uuusaha seseorang untuk mencapai tujuan.

Menurut Richard Dewey dan W.J. Humber kemauan merupakan:

  1. Hasil keinginan untuk mencapai tujuan tertentu yang begitu kuat sehingga mendorong orang untuk mengorbankan nilai-nilai yang lain, yang tidak sesuai dengan pencapaian tujuan
  2. Berdasarkan pengetahuan tentang, cara-cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan
  3. Dipengaruhi oleh kecerdasan dan energi yang diperlukan untuk mencapai tujuan
  4. Pengeluaran energi yang sebenarnya dengan satu cara yang tepat untuk mencapai tujuan.

FAKTOR SITUASIONAL YANG MEMPENGARUHI PRILAKU MANUSIA

Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku manusia adalah faktor situasional. Menurut pendekatan ini, perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan/situasi. Faktor-faktor situasional ini berupa

  • faktor ekologis, misal kondisi alam atau iklim
  • faktor rancangan dan arsitektural, misal penataan ruang
  • faktor temporal, misal keadaan emosi
  • suasana perilaku, misal cara berpakaian dan cara berbicara
  • teknologi
  • faktor sosial, mencakup sistem peran, struktur sosial dan karakteristik sosial individu
  • lingkungan psikososial yaitu persepsi seseorang terhadap lingkungannya
  • stimuli yang mendorong dan memperteguh perilaku

Factor Ekologis

Kaum determinasi lingkungan sering menyatakan bahwa keadaan alam mempengaruhi gaya hidup dan prilaku. Banyak orang menghubungkan kemasalahan bangsa Indonesia pada mata pencaharian bertani dan matahari yang selalu bersinar setiap hari. Sebagian pandangan mereka telah diuji dalam berbagai penelitian, seperti efek temperature pada tindakan kekerasan, prilaku interpersonal, dan suasana emosional.

Factor Rancangan dan Arsitektural

Dewasa ini telah tumbuh perhatian dikalangan para arsitek pada pengaruh lingkungan yang dibuat manusia terhadap prilaku penghuninya. Satu rancangan arsitektur dapat mempengaruhi pola komunikasai di antara orang-orang yang hidup dalam naungan arsitektur tertentu.

Factor Temporal

Telah banyak diteliti pengaruh waktu terhadap bioritma manusia. Misalnya, dari tengah malam sampai pukul 4 fungsi tubuh manusia berda pada tahap yang paling rendah, tetapi pendengaran sangat tajam, pada pukul 10 bila anda orang introvert, konsentrasi dan daya ingat anda mencapai puncaknya, pada pukul 3 sore orang-orang ekstrovert mencapai puncak dalam analisis dan kreativitas.

Suasana Prilaku (behavior settings)

Selama bertahun-tahun, roger barker dan rekan-rekannya meneliti efek lingkungan terhadap individu. Lingkungan dibaginya dalam beberapa satuan terpisah, yang disebut suasana prilaku. Pesta, ruang kelas, took, rumah ibadah, adalah contoh-contoh suasana prilaku. Pada setiap suasana terdapat pola-pola hubungan yang mengatur prilaku orang-orang didalamnya.

Teknologi

Pengaruh teknologi terhadap prilaku manusia sudah sering dibicarakan orang. Revolusi teknologi sering disusul dengan revolusi dalam prilaku social. Alvin tofler melukiskan tiga gelombang peradaban manusia yang terjadi sebagai akibat perubahan teknologi. Lingkungan teknologis yang meliputi system energy, system produksi, dan system distribusi, membentuk serangkaian prilaku social yang sesuai dengannya.

Factor-Faktor Sosial

System peranan yang diterapkan dalam suatu masyarakat, struktur kelompok dan organisasi, karakteristik populasi, adalah factor-faktor social yang menata prilaku manusia. Dalam organisasi, hubungan antara angota  dengan ketua diatur oleh systemperanan dan norma-norma kelompok. Besar kecilnya organisasi akan mempengaruhi jaringan komunikasi dan system  pengambilan keputusan.

Lingkunan Psikososial

Persepsi kita tentang sejauh mana lingkungan memuaskan atau mengecewakan kita, akan mempengaruhi prilaku kita dalam lingkungan itu. Lingkungan dalam persepsi kita lazim disebut sebagai iklim. Dalam organisasi iklim psikososial menunjukkan persepsi seseorang tentang kebebasan individual, keketatan pengawasan, kemungkinan pengajuan, dan tingkat kekerabatan.

Stimuli Yang Mendorong dan Memperteguh Prilaku

Beberapa peneliti psikologi sosial, meneliti kendala situasi yang mempengaruhi kelayakan melakukan prilaku tertentu. Ada situasi yang memberikan rentangan kelayakan prilaku, seperti situasi di taman, dan situasi yang banyak memberikan kendala pada prilaku, seperti gereja, situasi permisif memungkinkan orang melakukan banyak hal tanpa harus merasa malu. Sebaliknya, situasi restriktif menghambat orang untuk berprilaku sekehendak hatinya.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

PENGERTIAN TELEVISI

Berasal dari Bahasa Yunani TELE –VISION  ( Tele = jauh dan Vision = gambar )
Bahasa Jerman FERNSEHEN ( Fern= jauh dan Sehen = melihat )
Diartikan mengajak pemirsa melihat peristiwa atau kejadian yang jaraknya berjauhan akan tetapi bersamaan waktunya

Merupakan perkembangan media visual Film Bioskop atau Cinema, dimana layar Bioskop berukuran Vertikal dibanding Horisontal (Aspek Ratio V/H) = 1 : 2,  mata manusia lebih peka melihat bidang horisontal dibanding bidang vertikal.
Film Bioskop merupakan media informasi terbatas (Limitted Audiencies) telah terlebih dahulu dikenal masyarakat sebelum Era Teknologi TV.

Media Elektronika komunikasi Informasi Televisi sebagai pengembangan media penyiaran radio memiliki sasaran target (pemirsa) yang lebih luas (Mass Audiences)

Teknologi  televisi mempertimbangkan antara lain :
•Harus dapat dilihat dalam ruang tanpa harus memadamkan lampu penerangan   atau pada siang hari  tanpa harus menggelapkan ruangan.
•Gambar harus halus dan tajam.
•Gambar tidak berkedip-kedip (flickers).
•Harus dapat dilihat oleh 2 atau  lebih pemirsa dari jarak yang cukup.
•Dapat disetel oleh orang awam.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

UNDANG-UNDANG PENYIARAN RADIO

Pasal 17

Ayat 1

Izin sebagaimana dimaksud dalam ayat ini adalah hak untuk penyelenggaraan penyiaran radio atau penyiaran televisi. Pemberian izin tersebut dikaitkan dengan tanggung jawab pembinaan isi siaran yang harus disesuaikan dengan dasar, asas, tujuan, fungsi, dan arah penyiaran di Indonesia.

Ayat 2

Yang dimaksud dengan dapat diperpanjang dalam ayat ini adalah perpanjangan izin penyelenggaraan penyiaran yang didasarkan pada hasil evaluasi atas kinerja Lembaga Swasta yang bersangkutan. Pada setiap kali perpanjangan, jangka waktu izin penyelenggaraan penyiaran diberikan maksimum 5 (lima) tahun untuk penyelenggaraan penyiaran radio dan maksimum 10 (sepuluh) tahun untuk penyelenggaraan penyiaran televisi.

Ayat 3

Format stasiun adalah ciri atau karakteristik suatu stasiun penyiaran radio berdasarkan bagian dominan dari isi siaran secara keseluruhan yang penetapannya dikaitkan dengan kebutuhan dan keinginan khalayak sasaran yang akan dijangkau oleh stasiun tersebut. Penerapan yang menyangkut format stasiun radio diberlakukan secara bertahap sesuai dengan hasil penelitian dan kebutuhan.

Ayat 4

Sendiri disebutkan bahwa izin dan perpanjangan izin penyelenggaraan penyiaran diberikan oleh negara setelah memperoleh: (a). Masukan dan evaluasi dengar pendapat antara pemohon dan Komisi Penyiaran Indonesia; (b). Rekomendasi kelayakan penyelenggaraan penyiaran dari komisi penyiaran;( c). hasil kesepakatan dalam forum rapat bersama yang diadakan khusus untuk perizinan antara Komisi Penyiaran Indonesia dengan Pemerintah. (d) Izin alokasi dan penggunaan frekuensi gelombang radio oleh Pemerintah atas usul Komisi Penyiaran Indonesia.

Ayat 5

Ketentuan dalam ayat ini dimaksudkan untuk mencegah izin penyelenggaraan penyiaran diperjualbelikan yang dapat mengakibatkan lembaga penyelenggara penyiaran berada di bawah penguasaan perseorangan atau badan hukum tertentu. Larangan dalam ayat ini juga mencakup larangan penyelenggaraan penyiaran oleh pihak yang bukan pemegang izin penyelenggaran penyiaran, atau sebagian atau seluruh saham lembaga penyiaran dipindahtangankan kepada pihak lain.

Ayat 6

Dan Ketentuan mengenai tata cara dan persyaratan pemberian izin penyelenggaraan penyiaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

SEJARAH PERIKLANAN

a. Jaman Kuno:
1. Jaman Mesir dan Yunani kuno telah ada iklan yang menawarkan tempat penginapan

2. Jaman Roma dan Yunani dalam bentuk lukisan dinding untuk menawarkan barang-barang dan anggur

3. Town Crier: adalah orang yang menawarkan barang tetapi juga menginformasikan berita harian

4. Selanjutnya iklan menggunakan surat kabar, flyer (selebaran), leaflet, dll

b. Periklanan di Amerika
1. Advertising (periklanan) di AS berkembang karena awalnya didukung oleh adanya Revolusi Industri, tingkat melek huruf yang meningkat, dan daya beli masyarakat yang meningkat sehingga membutuhkan semakin banyak produk. Sementara para produsen berusaha membuat produk yang dapat memuaskan konsumennya dengan mempersuasi calon konsumen agar tidak beralih pada pesaingnya

2. Featherstone mengatakan era tersebut sebagai “consumer culture” di mana terjadi peningkatan jumlah produk yang ditawarkan untuk memperoleh profit dan menyediakan simbol-simbol status dan kesuksesan. Iklan digunakan untuk menjual prestige seperti halnya produk (image ads)

3. Advertising didefinisikan sebagai bentuk komunikasi yang persuasif, dibeli dan dibiayai oleh pengiklan tetapi juga menjadi sumber pemasukan bagi perusahaan media

4. Perkembangan periklanan tidak terlepas dari peran serta: media representative, pengiklan, dan biro iklan

5. Tokoh-tokoh yang berpengaruh:
Volney B. Palmer: yang pertama menggunakan istilah advertising agency, menciptakan sistem komisi, membeli ruang iklan dari surat kabar, lalu menjualnya kepada klien (pengiklan), membuat iklannya dan mengirimkannya kepada penerbit

George R. Rowelll: sebagai broker space iklan yang dijual kepada pengiklanq

Francis Wayland Ayer: memberi kontribusi tentang peran agensi yang lebih membantu pengiklan dibanding media

6. Iklan tidak hanya tentang produk tetapi juga ide/gagasan seperti pada waktu PD I digunakan untuk mempengaruhi opini publik

7. Media lain yang digunakan untuk beriklan adalah radio, TV, majalah, TV kabel dan internet

8. Ada 2 trend dalam beriklan, yaitu:

Hard Sell: bila iklan tersebut lebih mengedepankan pesan-pesan rasional, tentang alasan pembelian produk, seperti kegunaan, harga, dll

Soft sell: bila iklan lebih menonjolkan aspek emosional dalam pesan-pesannya seperti dengan menggunakan tema-tema entertainment. Era ini disebut “the era of creativity”

9. Integrated Marketing Communication (IMC) adalah penerapan semua alat-alat komunikasi pemasaran secara terpadu yang dikirimkan kepada audiens sasaran dengan konsisten, pesan-pesan persuasif yang disampaikan mempromosikan satu tujuan perusahaan. IMC merupakan kombinasi dari marketing, PR, sales promotions dan direct marketing. Biro iklan mengalami perubahan lingkup kerja karena tidak hanya menangani iklan tetapi aliansi dari PR, direct marketing, market research, sales promotion, internet ads dan electronic commerce.

Teknologi dalam Periklanan

1. Teknologi dalam iklan berkembang seiring dengan perkembangan teknologi media massa

2. On-line ads yang ada di internet memungkinkan iklan dapat lebih interaktif dibanding dengan iklan melalui media konvensional (Surat kabar, majalah, TV, Radio, dll)

3. Viral marketing adalah salah satu bentuk perdagangan elektronik di mana pengguna internet dapat menginformasikan (mengiklankan) produk pada pengguna lainnya yang dikenal

4. Iklan melalui internet dikritik karena minimnya orang yang secara khusus mengklik iklan yang dipasang pada banner di web site sehingga pengiklan tidak dapat mengukur seberapa efektif beriklan lewat internet

5. Teknologi informasi memungkinkan pengiklan mempunyai data base dari konsumennya sehingga mereka dapat menyusun pesan secara personal kepada konsumennya.

6. Cookies adalah file kecil yang tersimpan dalam komputer pengguna internet berisi data tentang apa yang telah dilakukannya selama berselancar di internet

7. Munculnya e-commerce, yaitu transaki perdagangan dan pembelian melalui internet, sehingga pendekatan iklan tradisional tidak berguna. Tetapi konsumen seringkali masih mengunjungi situs justru untuk mendapatkan informasi tentang suatu produk sebelum mereka melakukan pembelian secara nyata di toko pengecer. Sehingga pendekatan iklan tradisional masih bisa digunakan untuk mengiklan produk melalui internet

8. Semakin banyak media batu untuk beriklan seperti internet tanpa kabel, telepon internet, TV interaktif, personal video recorder, outdoor sign dengan teknologi digital, talking billboard, dll

Genres dalam Periklanan

1. Iklan harus mengkomunikasikan informasi-informasi penting tentang produk dan juga dituntut untuk secara kreatif dalam menyampaikannya agar dapat memotong perhatian dari iklan pesaing. Semua pesannya harus mengandung dimensi informasi dan emosional, karena iklan harus dapat memperolah perhatian dari audiens yang biasanya tidak tertarik pada pesan-pesan yang disampaikan.

2. Kontinuitas tema. Kampanye iklan yang efketif merupakan refleksi pesan, sifat-sifat dan format yang konsisten. Ada tema-tema yang secara kontinyu dijadikan pedoman untuk dikomunikasika melalui berbagai cara dan media

3. Iklan seringkali merupakan refleksi dari kondisi sosial dan norma-norma budaya karena iklan menggunakan budaya populer (pop culture) untuk dapat berkomunikadi secara akrab dengan audiensnya

4. Relationship marketing terjadi bila pengiklan dan konsumen dapat berkomunikasi one-to-one melalui media yang personal seperti internet, direct mail atau telepone untuk memperkuat loyalitas konsumen terhadap suatau merek tertentu.

5. Direct Marketing adalah salah satu bentuk komunikasi pemasaran yang bertujuan menjual produk secara cepat, tanpa harus mengunjungi toko pengecer. Pesan disampaikan secara individual kepada konsumen berdasarkan database dan efektivitasnya dapat diukur sehingga dapat ditentukan tindakan selanjutnya. Beberapa berbentuk seperti: record club, book and magazine club, catalog sales, telemarketing, infomercial (TV), dll.

6. Ada beberapa cara iklan dalam mempengaruhi tindakan dari sasaran pasar:
a. Memberi informasi baru, misalnya produk baru, inovasi produk, kontes, dll
b. Menguatkan loyalitas terhadap merek dengan pembelian ulang
c. Mengubah predisposisinya

7. Apapun pendekatan komunikasi yang digunakan, iklan harus dapat mengetahui motif pembelian dari konsumen sehingga dapat menyusun pesan-pesan yang dapat membangkitkan motif tersebut
a. Diperlukan pemahaman terhadap segmentasi audiens. Misalnya dengan menggolongkan berdasarkan:
b. Seberapa banyak informasi digunakan (heavy-medium-light user).
c. Demografisnya, atas dasar umur, gender, etnisitas, pendapatan
d. Gaya hidup, atas dasar sikap, hobi, pendapat (opini)
e. Geodemografis, penggabungan aspek demografis dengan geografis

8. Iklan yang disampaikan perlu selalu dievalusi untuk mengetahui seberapa efektif iklan kita. Kemungkinan yang bisa terjadi adalah:
a. Tidak tersedia media untuk segmen audiens yang dituju
b. Tidak semua audiens diterpa oleh media yang digunakan

c. Tidak semua audiens yang diterpa oleh media, melihat, mengingat atau terpengaruh oleh iklannya

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

DEFINISI HUMAS / PUBLIC RELATIONS

Hubungan masyarakat atau Public Relations adalah suatu usaha yang sengaja dilakukan, direncanakan secara berkesinambungan untuk menciptakan saling pengertian antara sebuah lembaga/institusi dengan masyarakat. Humas (PR) adalah sebuah seni sekaligus ilmu sosial dalam menganalisa kecenderungan, meramalkan konsekuensinya, memberikan pengarahan kepada pimpinan institusi/lembaga dan melaksanakan program-program terencana yang dapat memenuhi kepentingan baik institusi maupun lembaga tersebut maupun masyarakat yang terkait.

Public Relations (PR) merupakan fungsi manajemen untuk mencapai target tertentu yang sebelumnya harus mempunyai program kerja yang jelas dan rinci, mencari fakta, merencanakan, mengkomunikasikan, hingga mengevaluasi hasil-hasil apa yang telah dicapainya.

“Public Relations is planned, persuasive communication designed to influence significant public” (John E. marston “MODERN PUBLIC RELATIONS”, 1979).

Secara spesifik, definisi umum PR disimpulkan sebagai seni (arts) dan gabungan dari disiplin ilmu manajemen, komunikasi, psikologi, sosial dan marketing, untuk membentuk agar perusahaan atau lembaga, nama dan produknya menjadi disukai dan dapat dipercaya oleh publiknya. Dalam hubungannya dengan target audience atau stakeholder (obyek dakwah) tersebut, dikenal tiga tipe tentang apa yang disukai dan tidak disukai, yaitu sbb :

a. Those who know you and like you (mengenal dan menyukai Anda).
b. Those who know you and don’t like you (mengenal dan tidak menyukai Anda).
c. Those who neither you nor care you (tidak dikenal maka tidak disukai).

Oleh karena itu dikatakan, “Public Relations merupakan fungsi manajemen yang menilai sikap publik, mengidentifikasikan kebijaksanaan dan tata cara seseorang atau organisasi demi kepentingan publik, serta merencanakan dan melakukan suatu program kegiatan untuk meraih pengertian, pemahaman, dan dukungan dari publiknya”

Public Relations adalah suatu proses yang kontinyu dari usaha manajemen untuk memperoleh good will dan pengertian dari publik pada umumnya, termasuk stake holder internal (pengurus Rohis). Ke dalam, mengadakan perbaikan dan pembenahan melalui corporate culture building (membangun budaya lembaga) berbentuk disiplin, motivasi, peningkatan pelayanan dan produktivitas kerja yang diharapkan untuk terciptanya sense of belonging terhadap lembaga. Sedangkan ke luar, berupaya menciptakan kepercayaan dan citra lembaga (corporate image) yang sekaligus memayungi dan mempertahankan citra produknya (product image).

Pada hakekatnya makna dari “hubungan masyarakat” (humas, kehumasan, public relations) adalah prilaku atau sikap untuk menjadi tetangga dan warga yang baik (to be a good neighbour and citizen)

  • Bagian penting dari pekerjaan petugas humas dalam suatu organisasi adalah:

1. Membuat kesan (image) –kesan baik, citra positif.
2. Pengetahuan dan pengertian –informasi, penerangan, penjelasan.
3. Menciptakan ketertarikan
4. Penerimaan –pengertian, pemahaman.
5. Membangun/menciptakan simpati publik.

Contoh kegiatan Humas adalah melobi, berbicara di depan publik atau melakukan pembicaraan publik (public speaking), menyelenggarakan acara, dan membuat pernyataan tertulis seperti rilis berita.

  • Enam kata kunci dari Public Relations (PR) adalah :
  1. Kesengajaan: Aktifitas PR adalah aktifitas yang disengaja. Dibentuk untuk mempengaruhi, meraih pemahaman bersama, menyediakan informasi, dan mendapatkan umpan balik
  2. Terencana: Aktifitas Public Relation adalah terogranisir, pada kurun waktu tertentu, sistematis, menggunakan riset dan analisa.
  3. Mengutamakan performance: Public Relations yang efektif didasarkan pada kebijakan aktual dan kinerja.
  4. Mengutamakan kehendak masyarakat (public interest): Aktifitas atau kegiatan Public Relations hendaknya didasarkan pada tujuan yang saling menguntungkan antara organisasi dan publiknya.
  5. Komunikasi dua arah: Selain menginformasikan sesuatu, Public Relations membutuhkan umpan balik dari khalayaknya sehingga model komunikasi yang digunakannya adalah dua arah.
  6. Fungsi Manajemen: Public Relations menjadi efektif apabila menjadi bagian dari keseluruhan manajemen dan didukung oleh top manajemen. Public Relations berfungsi sebagai konseling dan pemecah masalah di tingkat top manajemen bukan sekedar hanya mendesiminasikan informasi setelah keputusan dibuat (Wilcox, 1998:4-8)
  • Ciri khas proses dan fungsi manajemen Humas ( Public Relations Managemen )

1. Menunjukan kegiatan tertentu (action )

2. Kegiatan yang jelas (activities )

3. Adanya perbedaan khas dengan kegiatan lain (different )

4. Terdapat suatu kepentingan tertentu (important )

5. Adanya kepentingan bersama (common interst )

6. Terdapat komunikasi dua arah timbale balik (reciprocal two waystrafficcommunication )

  • Peranan public relations dalam suatu organisasi dapat di bagi empat kategori

ü  Teknisi Ahli

  • Seorang praktisi pakar public relations yang berpengalaman dan memilikikemampuan tinggi dapat membantu mencarikan solusi dalam penyelesaianmasalah hubungan dengan publiknya.

Artinya, pihak manajemen bertindak pasif untuk menerima atau mempercayai apa yangtelah disarankan atau usulan dari pakar PR tersebutdalam memecahkan dan mengatasi persoalan public relations yang tengah dihadapi oleh organisasi bersangkuta

ü  Fasilitator Komunikasi

  • Dalam hal ini, praktisi PR bertindak sebagai komunikator  atau mediator untuk membantu pihak manajemen dalam hal untuk mendengar apa yangdiinginkan dan diharapkan oleh publiknya.

ü  Fasilitator Proses Pemecahan masalah

  • Peranan praktisi PR dalam proses pemecahan persoalan public relations inimerupakan bagian dari tim manajmen. Hal ini dimaksudkan untuk membantu pimpinan organisasi baik sebagai penasihat (aviser ) hinggamengambil tindak eksekusi (keputusan) dalam mengatasi persoalan ataukrisis yang tengah dihadapi secara rasional dan professional.

ü  Teknisi komunikasi

  • Peranan communication technician ini menjadikan praktisi PR sebagai journalist in resident  yang hanya menyediakan layanan teknis komunikasiatau dikenal dengan methode of communication in organization.

Manajemen hubungan masyarakat merupakan komunikasi dua arah
antara organisasi dengan publik (masyarakat) secara timbal balik dalam
rangka mendukung fungsi dan tujuan manajemen dengan meningkatkan
pembinaan kerja sama serta pemenuhan kepentingan bersama.

  • Berikut ini beberapa pengertian atau definisi humas/pubic relations :
  1. Fungsi manajemen dari ciri yang terencana dan berkelanjutan melalui organisasi dan lembaga swasta atau publik untuk memperoleh pengertian, simpati, dan dukungan dari mereka yang terkait atau mungkin ada hubungannya dengan penelitian opini publik di antara mereka
  1. Fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaaat antara organisasi dengan publik yang memengaruhi kesuksesan dan kegagalan organisasi tersebut.
  1. Fungsi manajemen yang mengevaluasi sikap publik, mengidentifikasi kebijakan dan prosedur individual dan organisasi yang punya kepentingan publik, serta merencanakan dan melaksanakan program aksi dalam rangka mendapatkan pemahaman dan penerimaan publik.
  1. Fungsi manajemen tertentu yang membantu membangun dan menjaga lini komunikasi, pemahaman bersama, penerimaan mutual, dan kerja sama antara organisasi dan publiknya
  1. Gabungan antara seni dan ilmu yang memperdiksi kecenderungan, memperkirakan konsekuensi, memberi saran kepada pimpinan organisasi, dan melaksanakan rencana kegiatan sebagaimana telah ditetapkan untuk melayani kepentingan publik dan organisasinya
  1. Sesuatu yang terdiri dari semua bentuk komunikasi berencana baik ke dalam maupun ke luar antara organisasi dengan publiknya untuk mencapai tujuan khusus, yakni pengertian bersama.
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

TEORI –TEORI DALAM KOMUNIKASI KELOMPOK

Teori Percakapan Kelompok

Teori percakapan kelompok ini sangat berkaitan dengan produktivitas kelompok atau upaya-upaya untuk mencapainya melalui pemeriksaaan masukan dari anggota (member input), variable-variabel perantara (mediating variables), dan keluaran dari kelompok (group output). Masukan atau input yang berasal dari anggota kelompok dapat diidentifikasikan sebagai perilaku, interkasi dan harapan-harapan (expectation) yang bersifat individual. Sedangkan variable-variabel perantara merujuk pada strukturstruktur formal dan struktur peran dari kelompok seperti status, norma, dan tujuan-tujuan kelompok. Yang dimaksud dengan output kelompok adalah pencapaian atau prestasi dari tugas atau tujuan kelompok. Produktivitas dari suatu kelompok dapat dijelaskan melalui konsekuensi perilaku, interaksi dan harapan-harapan melalui struktur kelompok. Dengan kata lain, perilaku, interaksi dan harapan-harapan  (input variables) mengarah pada struktur formal dan struktur peran (mediating variables) sebaliknya

variabel ini mengarah pada produktivitas, semangat dan keterpaduan (group achievement).

Teory percakapan kelompok

Teory percakapan kelompok (group achievement theory) Teori ini memiliki keterkaitan dengan produktivitas kelompok melalui memberi inputs, mediating variables dan group input. Produktivitas dari suatu kelompok dapat dijelaskan lewat konsekuensi perilaku, interaksi dan harapan-harapan melalui struktur kelompok. Dengan kata lain, interaksi dan harapan2 sebagai input variables mengarah pada struktur formal dan struktur peran sebagai mediating variables yg pada akhirnya menuju kepada produktivitas, semangat dan keterpaduan sebagai group achievement.

Teori Prestasi Kelompok

Teori Prestasi kelompok dikemukakan oleh Stogdill pada tahun 1959. Stogdill menganggap bahwa teori-teori tentang kelompok pada umumnya didasarkan pada konsep tentang interaksi yang memiliki kelemahan teoritis tertentu. Maka dari itu, Stogdill mengajukan teori prestasi kelompok. Teori yang dikemukakan oleh Stogdill ini, menyertakan:
~masukan (input)
~variabel media
~prestasi (output)

Teori ini merupakan hasil pengembangan dari teori-teori sebelumnya yang tergolong dalam tiga orientasi yang berbeda, seperti : orientasi penguat (teori-teori belajar), orientasi lapangan (teori-teori tentang interaksi), dan orientasi kognitif (teori-teori tentang harapan).

Asumsi Dasar dan Uraian Teori
Asumsi dasar dari teori ini adalah proses terjadinya dalam kelompok dimana dimuiai dari masukan ke keluaran melalui variabel-variabel media. Dalam teori ini akan terdapat umpan balik (feed-back). Berikut ini adalah penjabaran teori prestasi yang terbagi atas beberapa faktor yang mempengaruhi suatu kelompok, yaitu :

a.Masukan dari anggota Masukan dari anggota merupakan sumber input.
Menurut Stogdill, kelompok adalah suatu sistem interaksi yang terbuka. Struktur dan kelangsungan sistem sangat bergantung pada tindakan-tindakan anggota dan hubungan antara anggota. Ada tiga elemen penting yang termasuk dalam masukan anggota, yaitu : interaksi sosial (menyatakan suatu hubungan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, interaksi ini terdiri atas aksi dan reaksi antara anggota-anggota kelompok yang berinteraksi); hasil perbuatan (bagian dari suatu interaksi yang dapat diaplikasikan dalam bentuk kerja sama, berencana, menilai, berkomunikasi, membuat kepetusan); dan harapan (kesediaan untuk mendapatkan suatu penguat, fungsi dari harapan ini adalah sebagai dorongan (drive), perkiraan tentang menyenangkan atau tidaknya dasil, dan perkiraan tentang kemungkinan hasil itu akan benar-benar terjadi).

b. Variabel media
Variabel media menjelaskan mengenai beroperasi dan berfungsinya suatu kelompok. Elemen-elemen yang ada di dalamnya, yaitu : struktur formal (struktur formal mencakup fungsi dan status dimana kelompok terdiri atas individu-individu yang masing-masingmembawa harapan dan perbuatannya sendiri) dan struktur peran (struktur peran mencakup tanggung jawab dan otoritas dimana individu yang menduduki posisi tertentu hampir tidak berpengaruh pada status dan fungsi posisi tersebut).

c. Prestasi kelompok
Prestasi kelompok merupakan output atau tujuan dari kelompok. Ada tiga unsur yang menentukan prestasi kelompok, yaitu : produktivitas (derajat perubahan harapan tentang nilai-nilai yang dihasilkan oleh perilaku kelompok), moral (derajat kebebasan dari hambatan-hambatan dalam kerja kelompok menuju tujuannya), dan kesatuan (tingkat kemampuan kelompok untuk mempertahankan struktur dan mekanisme operasinya dalam kondisi yang penuh tekanan (stress).

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar